Posterous theme by Cory Watilo
Fabolous Indonesia

Menjelajah Romantisme Kotagede

Hari sudah siang.Mataharipun seperti sempurna teriknya.Hari ini,saya dan suami menyusuri romantisme sebuah daerah di selatan Jogja.

KOTAGEDE.Banyak yang mengenal kawasan ini sebagai kawasan pengrajin perak. Tapi buat saya,Kotagede tak ubahnya sebuah romantisme. Kenapa saya menyebutnya romantisme? Dari kacamata saya,bangunan kuno yang menyimpan sejarah tidak sulit saya temui disini. Di setiap jengkal langkah saya, tiap bangunan itu seakan bercerita tentang kejayaan masa lampau.

Konon,Kotagede merupakan saksi sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam.Tak mengherankan jika Anda berkunjung kesini pemandangan yang paling kentara adalah arsitektur kuno, bukan saja bangunannya tapi juga masih banyak rumah-rumah yang berdiri di Kotagede masih menggunakan interior kuno. Kursi yang sudah puluhan tahun, lemari kuno, daun pintu, jendela semuanya seperti bercerita tentang citarasa "keningratan".

Kotagede juga sempat menjadi tempat hunian para saudagar.Pada masa kejayaan Perak Kotagede,kerajaan Belandapun disebut-sebut kerap memesan perak dari Kotagede untuk dijadikan souvenir pada perayaan-perayaan Istana.

Kotagede
Kejayaan tersebut hingga saat ini masih tersisa, meskipun gempa beberapa waktu lalu sempat memporakporandakan keunikan kawasan ini.

Keunikan lain yang dilahirkan kawasan ini adalah jalan-jalan sempit yang membuat siapapun yang berjalan seperti sedang melewati benteng. Selain bersih,sepanjang perjalanan masih sempat saya temui warung-warung tradisional yang masih bertahan menjual makanan tradisional. Rumah-rumah joglo yang merupakan rumah tradisional khas Jawa menjadi pemandangan yang lumrah di kawasan ini. Tak mengherankan jika joglo-joglo kuno inipun kini banyak diburu kolektor. Dan atas nama kebutuhan ekonomi, beberapa warga disini memilih untuk menjual joglo ini dengan harga yang cukup fantastis.

Kotagede juga menghadirkan keunikan kuliner tersendiri. Disini ada satu makanan khas bernama Kipo. Makanan ini mulai jarang ditemui di Kotagede. Penerusnyapun mulai langka, tapi ada satu toko yang letaknya tak jauh dari Kampoeng Citran. Anda bisa datang lebih pagi jika ingin mencicipi kelezatan kipo ini. 

Tak cukup sehari menceritakan betapa indahnya Kotagede. Jika Anda penasaran, jangan lupa mampir ke sini saat Anda berwisata ke Yogyakarta.

 

Selamat menikmati!