Katanya Jakarta
Jakarta. Siapapun mengenalnya kota metropolitan, sepintas seakan memberikan janji bagi siapa saja yang tak enggan berjuang keras menaklukkan mimpinya disini.
Jakarta adalah kota dimana sekumpulan orang bertahan untuk berjuang dan bagi sebagiannya lagi saling menginjak itu hal biasa. Pemandangan yang belum juga tergantikan, sampah bertebaran, beberapa ruas jalan dengan para gelandangan dan kemacetan tak berkesudahan, ya itulah Jakarta. Sebuah rutinitas yang nyaris harus ditelan setiap harinya bagi siapapun yang memilih untuk tetap bertahan di kota ini.
Jakarta bukan tempat untuk mengasihani diri sendiri, karena bahkan waktu terlalu cepat berputar dan bertahan di Jakarta butuh ego. Terserah bagaimana membacanya, tapi siapapun yang bertahan dialah yang kuat disini.
Jakarta dengan semua gemerlapnya, punya konsumennya masing-masing. Bermukim di sini mungkin tak akan stress selama kita bisa menikmati semuanya, memandangnya dari sudut pandang yang positif dan sedikit menyingkirkan hal-hal yang mungkin membuat kita menyesal.
Jakarta bukan pilihan, ialah sepenuhnya keputusan.
Apapun ceritanya, saya akan berusaha mencintai kota ini...:)