Posterous theme by Cory Watilo
Fabolous Indonesia

Untuk Kamu & Kamu......

Aku hanya ingin berbicara pada aksara

yang mungkin bisa membaca

semua suasana duka atau bahagia

Aku hanya ingin berbicara pada aksara

untuk kesejukan

yang kurindukan yang bukan untuk keabadian

Aku hanya ingin berbicara pada aksara

untuk luka tangis dan harapan

yang masih akan kusematkan

pada kamu yang tak pernah tergantikan

Aku hanya ingin berbicara pada aksara

untuk keraguan yang tak bisa kusembunyikan

untuk kamu dan kamu

dua yang mengisi relung jiwa

untuk kamu dan kamu

dua yang tak pernah bisa membuatku terlupa

untuk kamu dan kamu

yang menggoreskan kenangan bikin batin tak karuan

untuk kamu dan kamu

biarkan kamu dan kamu

yang suatu hari membawaku pada masa

menempatkan kamu dan kamu

pada buku kenangan terindah

seumur hidupku........

 

 

Menjelajah Romantisme Kotagede

Hari sudah siang.Mataharipun seperti sempurna teriknya.Hari ini,saya dan suami menyusuri romantisme sebuah daerah di selatan Jogja.

KOTAGEDE.Banyak yang mengenal kawasan ini sebagai kawasan pengrajin perak. Tapi buat saya,Kotagede tak ubahnya sebuah romantisme. Kenapa saya menyebutnya romantisme? Dari kacamata saya,bangunan kuno yang menyimpan sejarah tidak sulit saya temui disini. Di setiap jengkal langkah saya, tiap bangunan itu seakan bercerita tentang kejayaan masa lampau.

Konon,Kotagede merupakan saksi sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam.Tak mengherankan jika Anda berkunjung kesini pemandangan yang paling kentara adalah arsitektur kuno, bukan saja bangunannya tapi juga masih banyak rumah-rumah yang berdiri di Kotagede masih menggunakan interior kuno. Kursi yang sudah puluhan tahun, lemari kuno, daun pintu, jendela semuanya seperti bercerita tentang citarasa "keningratan".

Kotagede juga sempat menjadi tempat hunian para saudagar.Pada masa kejayaan Perak Kotagede,kerajaan Belandapun disebut-sebut kerap memesan perak dari Kotagede untuk dijadikan souvenir pada perayaan-perayaan Istana.

Kotagede
Kejayaan tersebut hingga saat ini masih tersisa, meskipun gempa beberapa waktu lalu sempat memporakporandakan keunikan kawasan ini.

Keunikan lain yang dilahirkan kawasan ini adalah jalan-jalan sempit yang membuat siapapun yang berjalan seperti sedang melewati benteng. Selain bersih,sepanjang perjalanan masih sempat saya temui warung-warung tradisional yang masih bertahan menjual makanan tradisional. Rumah-rumah joglo yang merupakan rumah tradisional khas Jawa menjadi pemandangan yang lumrah di kawasan ini. Tak mengherankan jika joglo-joglo kuno inipun kini banyak diburu kolektor. Dan atas nama kebutuhan ekonomi, beberapa warga disini memilih untuk menjual joglo ini dengan harga yang cukup fantastis.

Kotagede juga menghadirkan keunikan kuliner tersendiri. Disini ada satu makanan khas bernama Kipo. Makanan ini mulai jarang ditemui di Kotagede. Penerusnyapun mulai langka, tapi ada satu toko yang letaknya tak jauh dari Kampoeng Citran. Anda bisa datang lebih pagi jika ingin mencicipi kelezatan kipo ini. 

Tak cukup sehari menceritakan betapa indahnya Kotagede. Jika Anda penasaran, jangan lupa mampir ke sini saat Anda berwisata ke Yogyakarta.

 

Selamat menikmati!

Loro Blonyo : Lambang Cinta Dari Jawa

Tuxpi
Mungkin tak banyak yang mengenal apa itu Loro Blonyo. Namun jika melihat penampakannya, bisa jadi patung ini kerap menjadi pelengkap interior di rumah, gedung, hotel ataupun bangunan lain.

Dalam filosofi Jawa, Loro Blonyo merupakan lambang keharmonisan suami-istri juga lambang harapan bagi wanita. Menurut sejarah, patung ini pertama kali bahkan sudah ada sejak jaman kepemimpinan Sultan Agung di kerajaan Mataram. Pada awalnya, patung yang juga merupakan simbol historis dan kultural ini hanya dimiliki oleh priyayi priyayi jaman dulu.

Wanita yang disimbolkan dalam patung tersebut merupakan representasi Dewi Sri yang merupakan Dewi Kesuburan. Di rumah joglo, biasanya patung ini ditempatkan di ruang tengah yang merupakan ruang pribadi suami-istri.

Saat ini Loro Blonyo banyak ditemui di toko2 penjual patung ataupun aksesoris interior.

Perjalanan Romantis Ke Uluwatu

Sunset_di_uluwatu
Indonesia, kaya dengan pesona alamnya. Sempurna dengan ragam budayanya, dan bangga dengan banyak perbedaannya. Mungkin tak berlebihan rasanya jika mentasbihkan Bali sebagai pulaunya bulan madu. Bukan saja bagi turis lokal, namun Bali juga tersohor sebagai tempat favorit bulan madu bagi turis luar.

Salah satu lokasi dengan pemandangan cantik di pulau Bali adalah Uluwatu. Bisa jadi karena posisinya yang terletak di tebing ( area bukit ) maka dari tempat inilah kita bisa menyaksikan pemandangan Bali dari atas bukit dengan hamparan laut dan batu karang yang menyempurnakan keindahannya. Menikmati sunrise ataupun sunset dari tempat ini adalah sebuah pengalaman berwisata yang luar biasa.

Tidak heran, Uluwatu sempat disebut-sebut sebagai salah satu kawasan elit di pulau Bali. Villa, hotel ataupun wedding venue disinipun mematok harga premium untuk pelayananannya.

Berada di Uluwatu mungkin bisa menjadi salah satu alternatif tepat untuk memanjakan waktu romantis bersama pasangan. Sejenak melepaskan diri dari aktivitas yang mungkin menjadi rutinitas dan menumpuk lelah di tubuh Anda.

Uluwatu, another great romantic venue for your honeymoon!

( Lokasi foto : The Istana )

Batik Betawi : Wastra Penuh Filosofi

Sejak Batik dinobatkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, Batik bisa dibilang bukan sekedar kain biasa. Batik bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama dalam hal berbusana.

Serupa dengan batik-batik di berbagai daerah di Indonesia, Jakarta yang notabene merupakan pusat budaya Betawi juga memiliki kekhasan corak kain batik yang kerap disebut dengan batik Betawi.

Hanya saja, batik Betawi ini memang memiliki warna dan corak yang berbeda dari batik kebanyakan. Batik Betawi rata-rata memiliki warna cerah serta motif-motif yang diambil dari nilai nilai budaya yang terdapat di masyarakat. Ondel-ondel, Sungai Ciliwung dan Peta Ceila adalah beberapa diantaranya yang menjadi corak khas Batik Betawi. Misalnya Batik dengan motif Sungai Ciliwung, diharapkan jika memakai kain Betawi dengan motif ini maka si pemakaianya diharapkan rezekinya lancar seperti aliran air Sungai Ciliwung. Bahkan pada motif Nusa Kelapa tersimpan sebuah legenda bahwa daerah yang bernama Jakarta ini di masa lampaunya diberi nama Nusa Kelapa.

Tidak ada aturan khusus dalam pemakaian Batik Betawi. Hanya saja ketika memakai motif  Tumpal supaya terlihat disaranan memakainya di bagian depan.

Harga selembar batik tulis khas Betawi ini biasanya dibandrol dengan harga antara Rp 600.000,an sampai tak terhingga.

Batik Betawi ini memang semakin langka di pasaran, namun jika beruntung Anda bisa menemukannya di pameran pameran.

Kain-khas-betawi

Katanya Jakarta

Jakarta. Siapapun mengenalnya kota metropolitan, sepintas seakan memberikan janji bagi siapa saja yang tak enggan berjuang keras menaklukkan mimpinya disini.

Jakarta adalah kota dimana sekumpulan orang bertahan untuk berjuang dan bagi sebagiannya lagi saling menginjak itu hal biasa. Pemandangan yang belum juga tergantikan, sampah bertebaran, beberapa ruas jalan dengan para gelandangan dan kemacetan tak berkesudahan, ya itulah Jakarta. Sebuah rutinitas yang nyaris harus ditelan setiap harinya bagi siapapun yang memilih untuk tetap bertahan di kota ini.

Jakarta bukan tempat untuk mengasihani diri sendiri, karena bahkan waktu terlalu cepat berputar dan bertahan di Jakarta butuh ego. Terserah bagaimana membacanya, tapi siapapun yang bertahan dialah yang kuat disini.

Jakarta dengan semua gemerlapnya, punya konsumennya masing-masing. Bermukim di sini mungkin tak akan stress selama kita bisa menikmati semuanya, memandangnya dari sudut pandang yang positif dan sedikit menyingkirkan hal-hal yang mungkin membuat kita menyesal.

Jakarta bukan pilihan, ialah sepenuhnya keputusan.

Apapun ceritanya, saya akan berusaha mencintai kota ini...:)

Fabolous Morning at Echo Beach,Canggu

Bali. Sebagian orang hanya mengenalnya karena pantai Kuta. Namun jika Anda mau sedikit mengeksplorasi, pulau ini memang tak akan habis diceritakan sehari semalam.

Canggu, adalah sebuah daerah di Bali. Lokasi sekitar 20 menit dari Kuta,dan bisa dijangkau dengan motor atau mobil. Mungkin bagi yang suka cliff, pantai ini tidak terlalu heboh tapi buat yang suka surfing, pantai ini sangat cocok untuk menguji kemampuan Anda berselancar. Selain itu, buat saya pantai ini masih sangat cantik, mungkin karena letaknya tersembunyi tidak tengah-tengah pusat keramaian.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tempat ini di pagi atau sore hari. Jika di pagi hari, akan sangat menyenangkan untuk menikmati sarapan di The Beach House, restoran yang menyediakan masakan western. Disini Anda bisa merasakan menikmati sarapan di pinggir pantai dengan pemandangan para surfer yang mengadu nyali menaklukkan ombak. Sementara jika di sore hari menjelang malam, mungkin jamuan teh ataupun makan malam romantis bisa menjadi pilihan venue yang sangat cocok.

Nah, jika penasaran dengan tempatnya jangan lupa catat destinasi ini dalam daftar tujuan kunjungan Anda di pulau Bali.

Echo_beach_nya_dewi
( Image : Flickr )

North Jakarta : It Supposed To Be Fabolous

Apa yang Anda pikirkan jika kali ini, saya mengajak Anda mengenal daerah Jakarta Utara. Sebelum saya banyak berinteraksi di daerah ini, saya bahkan bisa dibilang sangat jarang menginjakkan kaki di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat industri berpengaruh di Jakarta. Saya bahkan sedikit antipati dengan kawasan ini, kecuali jika memang ada panggilan "mencari nafkah" di daerah ini.

Kondisi Jakarta Utara saat ini, bisa jadi sedikit memprihatinkan. Meskipun, kawasan ini bisa dibilang memiliki peredaran uang tertinggi di Jakarta dibanding kawasan-kawasan lainnya. Banyak industri melakukan proses produksinya disini. Debu, polusi, kumuh mungkin tiga kata yang bisa menggambarkan sebuah kondisi tentang Jakarta Utara.

Namun, jika setiap pagi saya berangkat menuju tempat kerja di daerah Pluit, banyak hal yang saya bayangkan tentang kawasan ini. Seharusnya kawasan ini punya potensi pariwisata luar biasa, hanya saja padatnya kegiatan industri disini, menjadikan kawasan ini seakan diremehkan keseimbangan ahalamnya. Saya tidak tahu, apakah masyarakat disekitarnya yang tidak peduli, atau mungkin pemerintah daerahnya sendiri yang tidak menempatkan issue ini dalam prioritas APBD mereka, entahlah.

Menyedihkan memang, kawasan yang seharusnya cantik dengan banyak jalur hijaunya, dan desiran pantainya, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Pohon-pohon ditebang, rata dengan tanah, buldozer, rawa dikeruk dan dijadikan perumahan, sungguh sebuah ironi yang membuat kita semua prihatin.

Maka, jangan salahkan Tuhan kalau Jakarta banjir. Bagaimana ini bisa dikendalikan, kalau ekosistem nya sendiri dirusak.

Di Jakarta Utara sebenarnya ada satu kawasan wisata, Taman Suaka Margasatwa Muara Angke, Pantai Marunda, Rumah Si Pitung, serta wisata bahari di pelabuhan Sunda Kelapa, Pantai Mutiara dan banyak lagi. Tapi sayang, bau yang menyengat serta kawasan yang kurang bersih inilah yang kemudian menjadi pertimbangan banyak orang untuk berkunjung.

Semoga saja pemikiran ini bisa menyadarkan kita,bahwa sebenarnya banyak potensi pariwisata yang "fabolous" di Jakarta, hanya saja karena tidak terawat maka merekapun terlewat:)

 

( Image : www.wisatanesia.com )

Taman_margasatwa_muara_angke

Desa Seni : Fabolous Stay At Canggu

Desa_seni
Desa Seni Resort, nama yang cantik secantik tempatnya. Terletak di kawasan elit Bali, Canggu, tak jauh dari Canggu Club, Desa Seni seakan melengkapi deretan tempat menginap unik yang bisa dijadikan referensi tempat berlibur di Bali.

Apalagi jika Anda penikmat wisata alam dan gemar melakukan Yoga, maka Desa Seni menjadi pilihan yang patut Anda pertimbangkan. Dengan menerapkan semboyan eco-friendly villa, maka Desa Seni layak disebut sebagai tempat bermalam yang akan membawa Anda pada suasana desa. Jauh dari bisingnya kendaraan, serta polusi akibat asap. Time to relax,time to retreat. Dengan sentuhan tema etnik, kamar-kamar yang ditawarkanpun membawa Anda pada suasana rumah alam yang sesungguhnya.

Andapun dijamin tidak hanya melewatkan bermalam di Desa Seni tanpa kegiatan apapun. Disini, selain bisa melakukan Yoga sesuai dengan jadwal yang disediakan, Desa Seni juga menawarkan berbagai paket detox programme.

Harga per kamar dipatok mulai dari USD150.

Photo : Doc Desa Seni

( Fabolous Indonesia )

 

Prepare Your Fabolous Wedding In Bali

The_phalosa

Pernikahan merupakan salah satu momen tak terlupakan dalam hidup. Tentu saja, Andapun ingin membuatnya menjadi sempurna bukan?. Begitu banyak alternatif tempat pernikahan, salah satu yang paling menarik dan menjadi primadona adalah Bali.

Bukan hanya saja pasangan lokal yang bermimpi untuk menyelenggarakan pernikahan di Bali, sederet selebritis Hollywoodpun banyak yang memilih untuk menikah di Bali. Pesona alamnya yang eksotis membuat Bali menjadi salah satu venue pernikahan bagi banyak pasangan di dunia.

Namun demikian, ada hal-hal yang sebaiknya Anda persiapkan sebelum melakukan pernikahan di Bali.

1. Tentukan Buget

    Budget akan sangat berpengaruh dalam memilih lokasi villa yang nantinya akan menjadi tempat untuk resepsi pernikahan Anda.Biasanya dana minimal yang bisa Anda persiapkan untuk pernikahan di Bali dengan asumsi tamu 100 orang antara Rp 50 juta hingga Rp 70 juta. Namun tergantung villa ataupun venue yang Anda pilih.

2. Lokasi

    Setelah Anda mendapatkan budget angka pernikahan yang akan Anda pakai untuk menyelenggarakan pesta pernikahan, maka kemudian Anda bisa mulai memilih lokasi yang menjadi tempat pesta pernikahan Anda. Jika Anda ingin lebih intim dengan anggota keluarga, mungkin Anda bisa memilih villa sebagai tempat penyelenggaraan acara. Namun, di villa Anda memang tidak bisa mengundang terlalu banyak tamu. Rata-rata kapasitas tamu yang bisa ditampung di Villa sekitar 100-300 orang untuk berdiri, namun untuk table set biasanya hanya sekitar 100 orang.

3. Menggunakan EO akan lebih praktis

    Jika Anda merasa tidak memiliki banyak waktu untuk bisa mempersiapkan pernikahan Anda, sebaiknya pilih EO lokal untuk menangani kepentingan Anda. Dengan demikian, Anda tidak akan membuang buang waktu untuk mengurusi hal-hal yang bisa didelegasikan. EO lokal akan mempersiapkan segala kepentingan yang Anda butuhkan, termasuk jika Anda membutuhkan pemuka agama untuk meresmikan pernikahan Anda.

4. Memilih Katering

    Ada beberapa katering yang biasanya menjadi rekanan wedding venue di Bali. Diantaranya Bali Catering Company dan Ixora. Keduanya memiliki kualitas pelayanan yang bisa Anda andalkan. Rata-rata untuk premium wedding package, paket katering yang ditawarkan mulai dari Rp 500.000,00/kepala.

5. Lakukan survei

    Lakukan survei ke venue sebelum penyelenggaraan acara, minimal sediakan waktu 3-6 bulan jika Anda ingin melangsungkan pernikahan di Bali, mengingat kesibukan villa-villa di Bali juga luar biasa. Nah, jangan lupa juga berkoordinasi dengan masyarakat lokal. Percaya atau tidak, semua kegiatan ataupun upacara di Bali pastinya membutuhkan sentuhan orang-orang lokal. Jika disarankan untuk melakukan upacara yang dipercaya bisa menolak bala, sebaiknya juga Anda lakukan.

Selamat mempersiapkan pernikahan:)

Photo : Doc The Phalosa

( Fabolous Indonesia )